Selasa, 07 Oktober 2014

Modal Nekad



Modal Nekad

 Sumber gambar: http://kaffahcollege.com

Berharap menjadi PNS mungkin menjadi impian sebagian orang. Tetapi berharap-harap cemas setiap ada rekruitmen PNS malah bisa membuat kita depresi.
Sebut saja Melati, sarjana lulusan ilmu keguruan ini telah menjadi guru honorer selama beberapa tahun, tetapi nasib mujur menjadi PNS belum berpihak kepadanya. Bukan Melati kalau menjadikannya terpuruk dan patah arang, dia mulai berpikir untuk berinvestasi melalui keahlian yang dimilikinya, ada impian besar yang tak bisa ditunda.
Karena modal keuangan minim, mau pinjam bank punya sertifikat atau BPKB yang bisa dijadikan jaminan, mau ngutang tetangga juga tak tega, akhirnya dia memulai usahanya dengan modal ‘nekad’. Yea, modal itulah pegangannya!
Impiannya adalah mempunyai bimbel plus plus plus. Awalnya, hanya dengan secarik kertas yang dipajang di depan rumah mungilnya. Bertuliskan ‘Menerima les bahasa Inggris’, sesuai dengan keahliannya. Syukurlah, ada beberapa anak yang mau mendaftar ikut les, dengan tarikan biaya yang sangat ringan.
Karena keramahtamahan dan sistem mengajar yang menyenangkan, akhirnya semakin banyak anak yang les padanya. Mulai dari les privat hingga les secara berkelompok. Bedanya, ada 1 hari khusus dalam seminggu dibuat jadwal kreatifitas anak yang les padanya. Yaitu khusus untuk mengekspresikan minat bakat anak. Mulai dari melukis, mewarnai, mengarang, juga story telling. Semua ia handle sendiri.
Lama tapi pasti, tempat lesnya semakin ramai. Tak hanya les Bahasa Inggris, tetapi juga mata pelajaran lain. Akhirnya dia butuh teman untuk membantunya mengajar, direkrutlah beberapa orang teman yang dirasa punya kemampuan mengajar yang baik.
Dengan perencanaan yang semakin baik dan standar para pengajar yang beda dengan yang lain, tentu akan membuat anak lebih merasa nyaman, dan pelajaran bisa diserap dengan maksimal. Dari kisah di atas, memang dapat kita lihat bahwa sesekali kita harus ‘nekad’. Modal nekad itu sudah pembeda, apalagi sistem mengekspresikan minat yang jarang ditemui di tempat les pada umumnya. Investasi yang sangat menggiurkan sekali, seperti saran Rina Dewi Lina, pakar keuangan dan investasi.
Sebuah keahlian, apabila kita  pandai mengolah menjadi sedikit beda, tetap akan menarik minat. Tentu saja tambahan income akan datang seiring berkembangnya usaha jasa tersebut. Salam nekad!

1 komentar: