This is my heroes

Happy or unhappy, families are all mysterious. We have only to imagine how differently we would be described - and will be, after our deaths - by each of the family members who believe they know us. Gloria Steinem

5 Cara Dapat Biaya untuk Parcel Lebaran

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Family is the most important in alive

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Family

Family is the most important in alive. This is my family, the important things in my life

Sastra Penarawa di Eling Bening, Ambarawa

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 26 Oktober 2014

Ini Dia yang Sering Terlupa dalam Bisnis Online



Ini Dia yang Sering Terlupa dalam Bisnis Online

                  Timbangan (Sumber:http://www.leoonlineshopping.com)




Saat memulai berjualan online, kita sering terlalu sibuk dengan promo sana sini. Foto barang-barang yang akan dijual dengan spesifikasi dan harga lengkap. Mengeditnya sehingga sangat menarik minat pembaca. Seperti saran Muri Handayani, pendiri Sekolah Bisnis Online (SBO) ini mengatakan bahwa foto sangat berperan penting dalam bisnis online. Tak lupa memberi nomor handphone, nomor telpon rumah, PIN, Whatsapp, serta nomor rekening pada calon pembeli yang benar-benar serius dan mau mentranfer uangnya. Pada waktu barang sudah siap, dan calon pembeli menanyakan ongkir (ongkos kirim) berdasar berat barang, anda kelimpungan satu hal. Yap, timbangan! ho ho ho… bagaimana memberitahukan ongkir pada calon pembeli kalau timbangan saja tidak punya?
Itulah, satu hal penting yang terlupakan. Padahal calon pembeli pasti akan menanyakan ongkos kirim barang. Ongkos kirim ini berhubungan erat dengan berat barang yang akan dikirimkan. Di internet hanya tertera biaya per kilogramnya.  Artinya harus diketahui berapa berat barang tersebut. Kalau sudah ketahuan beratnya, bisa kita searching berapa jumlah ongkos kirim yang diperlukan. Hati-hati juga, timbangan yang kita punyai terkadang ada selisih dengan timbangan yang ada di wahana pengiriman barang. Perlu diperhatikan, karena jelas akan mempengaruhi harga pengiriman barang.
Berbisnis adalah berproses. Sambil jalan, akan kita temui hal-hal sepele maupun penting yang akan membuat kita lebih berkembang. Selama kita mau belajar dan belajar pantang menyerah, semuanya hanya kerikil kecil yang akan membuat kita lebih tahu detail tentang bisnis yang kita geluti. Seperti halnya timbangan. Tak mau bukan calon pembeli lari gara-gara kita lama membalas pesan tentang berapa harga ongkos kirim berdasar berat barang yang kita jual. Jangan sampai kita lari dulu ke tetangga sebelah hanya mau numpang nimbang barang. Hehehe… selain malu, business is business! Meski online dan calon pelanggan tak mengenal kita, penanganan haruslah profesional. 
Jadi, sudahkah menyiapkan timbangan untuk bisnis online anda?

Sabtu, 25 Oktober 2014

Secuil Rekam Jejak



Secuil Rekam Jejak

 Zeti arina (Sumber: http://poltek.ubaya.ac.id)
Skala prioritas! Itulah kesan pertama yang bisa ditangkap saat ngobrol dengan Zeti Arina. Sosok perempuan super sibuk yang menginspirasi kaum perempuan lewat dedikasinya menyuarakan pajak. Sesibuk apapun dengan segudang kegiatannya, anak dan suami tetaplah nomor satu.
Pernah lho saat menghadiri suatu acara di Malaysia, baru sampai malam, pagi langsung check out balik ke Indonesia untuk menemani sang buah hati yang sedang galau. CEO Artha Raya Consultant ini memang sangat perhatian pada sang buah hati, Latifa Dinar, yang sekarang sedang melanjutkan study di Monash University of Melbourne.
Penyuka buku motivasi karangan Ippho Santoso, Muhammad Assad yang memberi nama buah hatinya dari sebuah novel karangan Motinggo Busye, Perempuan-Perempuan Impian ini juga suka segala jenis kuliner. Selain itu, jogging adalah kegiatan rutinnya agar kebugaran tetap terjaga. Untuk hiburan, menyanyi juga disukainya. Mulai lagu pop sampai dangdut. Hanya saja ia paling suka lagu-lagu latin, Besame Mucho salah satunya.
“Satu lagi hobi kita silaturahim di tempat teman dan saudara. Kalau kita pergi kemanapun sepanjang daerah yang kita lewati kita cari adakah teman yg kenal atau saudara. Kalau ada kita sempatkan mampir,” kata Zeti ketika berbagi cerita tentang kegiatan yang dilakukan di sela jadwal yang padat. Dengan bersilaturahim, selain menjaga keakraban, kita juga akan merasa selalu senang, sehingga pekerjaan yang menumpuk serasa ringan, akhirnya kita punya banyak waktu untuk melakukan segala hal yang menyenangkan.
Yup, prioritaslah yang menjadi kita lebih dan berbeda dengan yang lain. Keluarga adalah supporter terbesar dalam meraih kebahagiaan dan kesuksesan. Dengan prioritas, akan selalu muncul kebahagiaan baru, harapan baru, impian baru. Sesibuk apapun, tekankan skala prioritas, semua akan berjalan baik, dan lebih baik lagi. Salam semangat.

Jumat, 24 Oktober 2014

Fokus, Lunas Sempurna



Fokus, Lunas Sempurna

Logo Apotik Aneka syifa'

Belum ada apotik di desa tempat anda tinggal? Atau ada apotik tapi jaraknya berkilo-kilo meter. Apotik menjadi kendala di sebagian wilayah pedesaan. Tak banyak orang yang berani untuk membuka sebuah apotik, padahal kebutuhan masyarakat akan layanan obat-obatan yang valid ini penting sekali. Lalu, kenapa tak terpikir untuk membuka sebuah apotik? Tentu saja ada banyak pertimbangan. Modal, juga segala syarat dan konsekuensinya. Dan jangan lupa, ada dana untuk mendirikan apotik, harus ada dana juga untuk 'teman' di sebelahnya.
Yup, sang teman adalah pajak! Apa hubungannya dengan pajak? Ya jelas, setiap usaha, bisnis apapun musti ada pajak yang harus dibayarkan dengan ketentuan yang berlaku. Begitu juga dengan apotik. Dalam sebuah wawancara langsung dengan Zeti Arina, CEO Artha Raya Consultant, setiap apotik dengan omset kurang dari 4,8 milyar setahun, pajak yang harus dibayarkan sebesar 1%. Serta wajib memungut ppn sebesar 10% di setiap harga jualnya.
Nah, apakah pajak ini memberatkan? Seorang pelaku usaha apotik di Yogyakarta, Dr. Satibi, M. Si, Apt. mengatakan pada awal sangat memberatkan karena omset masih belum stabil. Pemilik apotik Aneka Syifa’ dan Al Munawar  yang juga dosen farmasi UGM ini juga menambahkan bahwa seiring berjalannya waktu, ada save khusus yang disendirikan sehingga pajak lunas terbayarkan. Pembayaran ini bisa sebulan sekali dilakukan, atau dirapel setiap tahunnya pada bulan April.
Membayar pajak adalah kewajiban kita sebagai warga negara yang baik. Fokuskan menjalani bisnis semaksimal mungkin, dengan bertambahnya omset, pajak akan terbayar lunas dengan sempurna. Ringan dan tanpa beban.

Kamis, 23 Oktober 2014

Mau Ini dan itu? Ingat Pajak



Mau Ini dan itu? Ingat Pajak

 Mobil Mewah (Sumber: http://bisnis.liputan6.com)

Berani berhutang untuk beli mobil mewah? Sekedar motor matik? Atau motor gede karena gengsi-gengsian? Ho ho ho… wajib punya dana dobel untuk semuanya. Bayar kreditan, mikirin dana bahan bakarnya, serta satu lagi, nih, tak lain tak bukan, bayar pajaknya! Mampu? Ayo! Tak mampu? Pikir ulang kembali.
Rumput tetangga selalu lebih hijau, katanya. Sering (dan biasanya) itu menjadi salah satu alasan kita ingin punya ini itu. Tetangga punya mobil mewah seri terbaru, kita ikutan pengen, tetangga punya motor gede, kita tambah pengen. Menjadi konsumtif tanpa melihat pemasukan bisa bikin celaka duabelas, lho. Tapi semua itu sah-sah saja, kok, selama kita mampu dan memang barang tersebut menambah produktifitas kita. Why not? Lain kalau hanya sekedar untuk menyaingi tetangga. Duh, nggak perlu banget. Perlu diingat, beli barang mewah? harus tetap lunas bayar pajak!
Andaikan beli barang mewah karena memang kita butuh, mampukah kita membayar pajaknya? Pikir ulang lagi deh kalau pajaknya terlalu membebani kita. Dari wawancara langsung dengan Zeti Arina, seorang konsultan pajak yang juga merupakan  CEO Artha Raya Consultant menyatakan bahwa membeli barang mewah, bisa berupa mobil, tas branded, parfum dan lainnya harus membayar pajak pertambahan nilai barang mewah. Biaya pajak sudah diatur sesuai ketentuan yang berlaku, dilihat dari besaran barang mewah tersebut.
Pajak sering di luar perhitungan kita. Tapi nyamankah andai beli barang mewah saja masih kreditan, pajak terasa tak tergapai, dan keuangan pribadi jadi kacau balau? Tak mau bukan? Jadi, jangan pernah meremehkan pajak, karena sebagai warga yang baik musti taat bayar pajak. Ingin ini itu, begini begitu, membeli apapun sesuaikanlah dengan kemampuan kita, terlebih yang kena wajib pajak. Sehingga pajak terbayar lunas, hidup mapan, nyaman. Mau beli ini dan itu? ingat pajak!