Bapak
Tua Pembawa Bagor
Dulu, aku sempat menganggapnya sebagai
pengganggu. Saat ada pembeli dan Si Bapak ini (yang entah siapa namanya)
nongkrong dengan manisnya persis di depan warungku. Bajunya compang camping,
kotor dan bau tentu saja. Mau marah, nggak tega, mau ngusir apalagi. Meski diriku
memandangnya penuh nista (dulu, sih) Si Bapak cuma diam tanpa ekspresi,
eyalah... Waduh, sempat kepikir juga nih bapak setengah gila, depresi atau kurang
waras, ya?
Menapaki hidup, dengan kedua bagornya
Beberapa pelanggan yang sudah biasa ke
warung sih no problemo, tak masalah
dengan penampakannya. Tapi pembeli baru, pasti akan memicingkan mata dan
melihat dengan (maaf) sedikit jijik. Biasanya, kusodorkan beberapa recehan, dan
Si Bapak akan menerima tanpa ekspresi. Syukurlah, lama kelamaan,
walau tanpa ucap dan kata, Si Bapak itu tahu aja isi hatiku, hihihi. Nongkrongnya
agak geser sedikit, bahkan sering nun jauh di depan warung, walau menyebalkan
(lagi-lagi, itu duluuu…).
Akhirnya sebungkus nasi dan minum menjadi
keseharianku saat kubuka warung dan melihat penampakan bagornya, eh bapaknya
:D. Saat sehari nggak datang. Aku jadi mikir-mikir. Kemana ya, Si Bapak?
Nah, sudah 2 hari ini tak ada penampakan Si
Bapak dengan bagornya. Tanya tetangga kanan kiri, geleng kepala. Malah heran
aku menanyakan keberadaannya. Muterin pasar, juga tak terlihat batang hidungnya.
Wah, kemana gerangan? Apa diciduk dinas sosial? Atau, sakit? Atau, ngelayap
kemana, ya? Segala tanya akhirnya hanya kubatin.
Nikmat banget makan nasi bungkus :)
Alhamdulillah, di
hari ketiga, nun jauh kulihat kedua bagornya (yang entah apa isinya) tentunya
bersama Si Bapak tersebut. Lega rasanya, sebungkus nasi dan minum segera
kusodorkan saat dirinya duduk manis agak menjauh dari warung. Meski tanpa
ekspresi, tanpa kata, matanya ramah, dan penuh semangat makan nasi bungkus. Hem, entahlah, terenyuh
banget melihatnya.
Sekarang, walau tanpa ucapan Si Bapak tua
pembawa bagor ini ngerti banget, lho. Tahu aja kalau pas ada pembeli, selalu nongkrong
di tempat yang tak mengganggu para pelanggan warungku.