This is my heroes

Happy or unhappy, families are all mysterious. We have only to imagine how differently we would be described - and will be, after our deaths - by each of the family members who believe they know us. Gloria Steinem

5 Cara Dapat Biaya untuk Parcel Lebaran

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Family is the most important in alive

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Family

Family is the most important in alive. This is my family, the important things in my life

Sastra Penarawa di Eling Bening, Ambarawa

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Inspiratif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspiratif. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Agustus 2016

Gali Ide Lewat Kopdar dan `Pulang`



Gali Ide Lewat Kopdar dan `Pulang`

Hany Panjaitan dan teman-teman Penarawa
Hai Sob, gimana kabarnya? Semoga makin semangat di hari ini. Ehem, Ini tentang kopdar ke 26 Penulis Ambarawa (Penarawa) dan `Pulang`. Kok Pulang, kenapa sih? Hehe, langsung aja, yuk…

Akhirnya, novel karya Mbak Hany Panjaitan yang super keren “PULANG” dibedah 21 Agustus 2016. Gedung Kesenian Ambarawa yang oke punya jadi saksi bisu karya ini diubek-ubek. Ya, karya ini dibedah bersamaan dengan kopdar Komunitas Penarawa.

Senin, 04 Juli 2016

5 Hal Menarik Tentang Sumowono, Desaku yang Kucinta

5 Hal Menarik Tentang Sumowono, Desaku yang Kucinta

 
Sumowono, di lerang Gunung Ungaran
Hai Sob.
 
Puasa tinggal 2 hari lagi. Meski sibuk dengan segala hal tentang lebaran, Sobat yang suka nulis, suka ngeblog, musti pandai bagi waktu agar punya stok tulisan. Termasuk aku sendiri yang ngos-ngosan bagi waktu. 
 
Dan, seribet apapun, harus tetap meluangkan waktu untuk jalan-jalan ya, Sob.

Aku mau sedikit berbagi tentang Desa Sumowono. Desa tempat aku wutah getih alias tempat kelahiran. Banyak yang belum mengenal desa ini, padahal pemandangannya keren banget. Ah, masa, sih? Kalau nggak percaya, Sobat bisa menjadwalkan waktu dalam libur lebaran ini untuk sekedar jalan-jalan ke sini.
 

Sabtu, 25 Juni 2016

5 Cara Dapat Biaya untuk Parcel Lebaran



5 Cara Dapat Biaya untuk Parcel Lebaran


Hai Sob,

Gimana puasa Sobat semua hari ini? masih lancar kan? Alhamdulillah.




Sob, kayaknya banyak yang bingung masalah dana untuk parcel lebaran. Hem, sedikit berbagi nggak apa, ya. Secara akupun masih baru dalam hal parcel memarcel gini.
Banyak yang pingin kasih parcel tapi dana minim, secara bisnis juga masih angot-angotan. Malah dicibir orang, nggaya banget sih, mo kasih parcel segala. Mending uangnya buat tambah modal. Ya iya, nambah modal pasti penting juga buat para pebisnis pemula. Namun selalu ada cara supaya kita bisa kasih parcel buat para pelanggan, kok.

Jumat, 24 Juni 2016

5 Alasan Pentingnya Parcel Lebaran



5 Alasan Pentingnya Parcel Lebaran

Memberi terangkan hati
Hai, Sob…

Siapa diantara sobat yang baru memulai bisnis? #yang ngacung 17. Okelah mau tujuhbelas, mau seribu tujuhratus, rapopo. Mungkin bagi Sobat yang baru memulai bisnis ini berat sekali. Kasih parcel lebaran? Mana mampu? Mana kuat? Duit siapa? Ya duit sendiri, dong, masa duit Pak Lurah? #Ditimpuk Pak Lurah. Hehehe. Meluncur deh di sini 5 Cara Dapat Biaya untuk Parcel Lebaran. Yang penting nggak pake ngutang :D

Kamis, 23 Juni 2016

7 Parcel Lebaran yang Harus Kamu Tahu


7 Parcel Lebaran yang Harus Kamu Tahu
Handuk, salah satu parcel lebaran yang sangat bermanfaat

Hai, Sob…

Pernahkah Sobat merasa senang saat beli teh dan dapat gratis sebuah gelas? Atau beli detergen dapat mangkuk mungil? Beli buku dapat bros cantik? Kelihatannya sepele, sih. Tapi meski `hanya` gelas atau mangkuk, itu membahagiakan banget. Terutama buat emak-emak, nih, bakal senyum-senyum seharian, hehehe.


Jumat, 10 Juni 2016

Memberi Itu Terangkan Hati



Memberi Itu Terangkan Hati

Assalamualaikum, masih semangat puasa hari ini? Pastilah J Ini sedikit kisah ramadhan yang selalu sarat makna dan keindahan. Ramadhan memang membawa sejuta berkah.
Kemarin sore, saat kesal karena sinyal yang sama sekali nggak bersahabat, mendadak tetangga datang. Sambil membawa seplastik penuh jagung rebus… Hem, baunya masih segar banget. Kuterima sambil kuucap terima kasih berkali-kali. Alhamdulillah, rejeki dari Allah. Jagungnya masih mengepul, baru diangkat dari panci mungkin. Hati jadi nggak bĂŞte cuma mikirin sinyal J. Memberi benar-benar terangkan hati, terkhusus yang diberi.


Hari Senin sebelumnya, keponakan mendadak datang bawa 2 bungkus tahu bakso. Wah, benar-benar tahu yang aku mau. Apa kubilang #MemberiItuTerangkanHati.
Dan, Mbakyuku juga datang bawa buah blewah. Yuhui, ini bisa dibikin es buah sueger. Tinggal tambahin buah lain yang kita punya, pisang, jambu, campur aduk, deh, sirup susu, pasti nikmat. Tuh kan, memang #MemberiItuTerangkanHati.
Pemberian kecil yang sangat menyenangkan orang lain. Yuk, mumpung Ramadhan, kita buat amal kebajikan yang banyak sehingga hati menjadi bersih. Sedikit atau banyak, sungguh memberi itu terangkan hati. #sambil ngaca diri sendiri. Sudah berbuat apa hari ini untuk orang lain?
Selamat berpuasa dan berbahagialah :)

Sabtu, 09 April 2016

Bapak Tua Pembawa Bagor



Bapak Tua Pembawa Bagor

Dulu, aku sempat menganggapnya sebagai pengganggu. Saat ada pembeli dan Si Bapak ini (yang entah siapa namanya) nongkrong dengan manisnya persis di depan warungku. Bajunya compang camping, kotor dan bau tentu saja. Mau marah, nggak tega, mau ngusir apalagi. Meski diriku memandangnya penuh nista (dulu, sih) Si Bapak cuma diam tanpa ekspresi, eyalah... Waduh, sempat kepikir juga nih bapak setengah gila, depresi atau kurang waras, ya? 


                                 Menapaki hidup, dengan kedua bagornya

Beberapa pelanggan yang sudah biasa ke warung sih no problemo, tak masalah dengan penampakannya. Tapi pembeli baru, pasti akan memicingkan mata dan melihat dengan (maaf) sedikit jijik. Biasanya, kusodorkan beberapa recehan, dan Si Bapak akan menerima tanpa ekspresi. Syukurlah, lama kelamaan, walau tanpa ucap dan kata, Si Bapak itu tahu aja isi hatiku, hihihi. Nongkrongnya agak geser sedikit, bahkan sering nun jauh di depan warung, walau menyebalkan (lagi-lagi, itu duluuu…).
Akhirnya sebungkus nasi dan minum menjadi keseharianku saat kubuka warung dan melihat penampakan bagornya, eh bapaknya :D. Saat sehari nggak datang. Aku jadi mikir-mikir. Kemana ya, Si Bapak?
Nah, sudah 2 hari ini tak ada penampakan Si Bapak dengan bagornya. Tanya tetangga kanan kiri, geleng kepala. Malah heran aku menanyakan keberadaannya. Muterin pasar, juga tak terlihat batang hidungnya. Wah, kemana gerangan? Apa diciduk dinas sosial? Atau, sakit? Atau, ngelayap kemana, ya? Segala tanya akhirnya hanya kubatin.

                                     Nikmat banget makan nasi bungkus :)



Alhamdulillah, di hari ketiga, nun jauh kulihat kedua bagornya (yang entah apa isinya) tentunya bersama Si Bapak tersebut. Lega rasanya, sebungkus nasi dan minum segera kusodorkan saat dirinya duduk manis agak menjauh dari warung. Meski tanpa ekspresi, tanpa kata, matanya ramah, dan penuh semangat  makan nasi bungkus. Hem, entahlah, terenyuh banget melihatnya.
Sekarang, walau tanpa ucapan Si Bapak tua pembawa bagor ini ngerti banget, lho. Tahu aja kalau pas ada pembeli, selalu nongkrong di tempat yang tak mengganggu para pelanggan warungku.


Selasa, 18 Agustus 2015

Indari Mastuti, Ribuan Status yang Menginspirasi



Indari Mastuti, Ribuan Status yang Menginspirasi

                                                                       Indari Mastuti
                                                   Sumber gambar: http://indarimastuti.com

Status yang kita tulis di media sosial seringkali merupakan isi hati, curhat atau status lebay tanpa makna. Tapi beda dengan ibu satu ini. Statusnya sungguh membuat banyak orang, terutama perempuan, melek. Termasuk saya sendiri. Dialah Indari Mastuti, seorang Ibu rumah tangga dengan segudang aktifitas. Aktifitasnya yang sangat padat tak membuatnya meninggalkan kodratnya sebagai ibu rumah tangga. Karena kerja bisa di rumah, sambil memperhatikan tumbuh kembang anak, serta mengurus suami tercinta.
Penggagas Komunitas Ibu-Ibu Doyan nulis serta Ibu-Ibu Doyan Bisnis ini mempunyai jiwa marketing yang mantap. Lihat saja statusnya. Semuanya, selain menginspirasi juga menyemangati. Ndilalah,  saat bisnis yang kita jalankan jeblok, saat hobi nulis mulai kendor, eh membaca statusnya. Mendadak muncul ide lain untuk mendukung bisnis.  Teh Iin, begitu dia biasa dipanggil juga sangat inovatif, status yang ditulisnya juga bikin duit.  Wow, jadi rugi banget kalau sekarang nulis status yang biasa saja.
Luar biasanya, CEO Indscript Creative ini, dengan web www.indscriptcreative.com sudah membuat ribuan impian ibu rumah tangga menjadi kenyataan. Mampu berdikari dan menghasilkan income, tapi juga tetap bisa mengurus anak dan pendamping hidup. Indari Mastuti dengan sabarnya mampu menjadi pendamping bisnis ratusan ibu rumah tangga. Kok bisa, ya? Terus bagaimana dengan berbagai macam bisnisnya? Bisa, karena semua dilakukan dengan ikhlas. Hal yang diutamakan dalam bidang apapun adalah target pencapaian. Mimpi kita seperti apa, dan langkah konkrit yang harus segera kita lakukan.  
Yah, walau di rumah, ribet dengan urusan anak dan rumah tangga, tak membuat kita jadi semakin tersisih dan terpinggirkan. Nah itu tadi, statuspun bisa menghasilkan, kalau kita bisa mengelolanya dengan baik. Berbisnis? Tak perlu ditunda lagi. Promosikan bisnis lewat tulisan status di media sosial. Posting kegiatan kita yang mendukung bisnis. Karena bisnis butuh proses dan target. Kalau ditunda terus, kapan mulainya? Ingatlah, seribu langkah selalu diawali dengan satu langkah awal. Tunggu apa lagi? Yuk nyetatus :)

Aldi Ferdian, Sukses dengan Berbagi



Aldi Ferdian, Sukses dengan Berbagi

Mengumpulkan pundi uang, kerja tanpa lelah adalah hal biasa yang kita lakukan dalam dunia yang memang makin ‘keras’ ini. Terkadang, kita tak memikirkan kata berbagi. Adanya bangun pagi, kerja, pulang malam, urus anak sebentar, tidur. Rutinitas yang membosankan. Kadang sentilah besar tak membuat kita sadar akan indahnya  berbagi, tapi sentilan kecil bisa membuat kita menangis meraung. Betapa diri kita kosong meski dilingkupi dengan keuangan, keluarga, dan kenyamanan hidup. 

                                                         Aldi Ferdian

Adalah Raden (Rd) Aldi Ferdian. Lelaki kelahiran 1979 ini sudah menyukai dunia bisnis sejak kecil. Dengan menyewakan buku yang dimilikinya serta menjual gambar tempel. Kehidupannya berubah dari karyawan menjadi pengusaha berkat mimpinya. Menjadi karyawan perbankan membuatnya merasa jenuh, padahal karirnya sedang menanjak. Keputusannya berani melepaskan zona nyaman serta ingin membuat mimpinya dan mimpi orang lain menjadi kenyataan patut kita acungi jempol.
Dunia bisnis mulai ditekuninya, mendirikan sebuah Production House, juga merambah ke koperasi dana usaha. Owner Cakradhara Group  ini semakin melejitkan bisnisnya dalam berbagai aspek. Bisa kita lihat di http://www.cakradhara.com/. Bisnisnya semakin berkembang bagus setelah Aldi berbagi kepedulian dengan mendirikan sebuah asrama yatim piatu. Bersama kedua rekannya, Aldi mengumpulkan biaya untuk asrama tersebut. Dan hasilnya, asrama berikut menyusul pembangunannya.
Hasil lain? Niat berbaginya yang tulus menimbulkan kesempatannya merambah bisnis lain. Sebuah peluang yang tak disangkanya datang, menjadi Financial Engineering & Consultant, Investor. Banyak bidang yang melingkupinya, dari bisnis jamur tiram, ada juga perkebunan cabe,  media digital, properti dan beberapa bidang lainnya.
Saat anak buahnya ingin membangun sebuah usaha, Aldipun semangat untuk membantunya. Kadang rejeki datang dari arah yang tak pernah kita ketahui. Yakinlah, setiap tertutup satu pintu, Allah akan membukakan pintu rejeki yang lain. Itulah kenapa Aldi selalu mau membantu orang lain untuk bermimpi dan berbagi. Dengan berbagi, uang kita tidak hanya di kantong dan deposito bank, tetapi dari apa yang kita sedekahkan buat orang lain. Sebuah tabungan akherat yang akan membuat kita bahagia luar dan dalam. Sukses adalah saat kita ikhlas berbagi. Salam semangat!