This is my heroes

Happy or unhappy, families are all mysterious. We have only to imagine how differently we would be described - and will be, after our deaths - by each of the family members who believe they know us. Gloria Steinem

5 Cara Dapat Biaya untuk Parcel Lebaran

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Family is the most important in alive

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Family

Family is the most important in alive. This is my family, the important things in my life

Sastra Penarawa di Eling Bening, Ambarawa

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 27 Juni 2015

Zeti Arina dan Pajak



Zeti Arina dan Pajak

            Kata pajak jarang jadi perhatian, beda dengan kata diskon. Diskon jadi perhatian khususnya kaum hawa. Saat di supermarket, selain total  harga yang musti kita bayar saat mendapatkan struk pembelian, kata kedua yang akan kita perhatikan adalah kata diskon. Iya apa iya? Ya begitulah. Normal dan wajar apa adanya. Apalagi buat ibu rumah tangga. Harga murah dan diskon adalah berkah. Pasti dikejar, meskipun tahu barang diskon sebagian besar adalah barang lama, cuci gudang ataupun barang baru yang harganya sudah dinaikkan, baru didiskon.

                                                   Zeti Arina sebagai konsultan pajak 
                                           (Sumber gambar:  http://poltek.ubaya.ac.id)

            Bagaimana dengan pajak itu sendiri? Pernahkah terpikir kita akan mengamati tulisan pajak di dalam struk? Iya, tapi jarang. Sebagian  besar karena tak mengerti, tak peduli, dan tak mau tahu. Pajak bagai momok bagi sebagian orang. Tapi, pajak juga bukan apa-apa bagi sebagian masyarakat awam. Salah satu penyebabnya karena masyarakat awam tidak begitu peduli dan tak mengerti dengan pajak. Jarang bersentuhan langsung dengan pajak.
            Tapi tidak begitu dengan Zeti Arina sebagai konsultan pajak. Karena berbagai hal itulah yang mendorongnya menjadi seorang konsultan pajak yang bisa mengedukasi masyarakat akan pentingnya pajak. Ketua IKPI (Ikatan Konsultan Pajak Indonesia)  wilayah Surabaya ini tak kenal lelah memperkenlakn pajak pada masyarakat luas. Pemahaman akan pajak, pentingnya pajak, juga perhitungan pajak yang harus dibayarkan. Pajak memang rumit dan kadang menakutkan. Tapi tidak harus dihindari. Beberapa jenis pajak memang membutuhkan perhitungan yang ribet.
            Zeti Arina sebagai konsultan pajak, bergerak pelan tapi pasti. Siap membantu siapapun agar peduli dan tahu akan pajak. Mau taat pajak tapi tidak tahu pajak apa saja yang harus dibayarkan? Punya bisnis yang mulai berjalan tapi tidak tahu perhitungan berapa uang yang harus dikeluarkan untuk bayar pajak? Tak perlu takut dan ragu, apalagi sampai melamun tujuh hari tujuh malam. Serahkan saja pada pakarnya, dijamin akan cepat dan akurat penyelesaiannya. Tidak ribet dan bikin kita nyaman. Yuk,  lebih bersahabat dengan pajak!

Sabtu, 16 Mei 2015

Menulis Lagi



Menulis Lagi

Sumber gambarhttps://www.islampos.com

Siapa yang suka menulis? Ngacung! Dan saya adalah orang pertama yang akan ngacung kalau ditanya seperti itu. Itu sekarang. Dulu, menulis hanyalah hobi kesekian dan kesekian. Di daftar atas masih banyak hobi yang lebih penting dan menjanjikan. Mata melek setelah hati meledak saat teman di suatu perkumpulan bilang, sekolahnya sih tinggi, sayang hanya jadi ibu rumah tangga. Eng ing eng, sakitnya tuh di sini! Benar, sungguh sakit banget kalau ingat itu semua.  
Tapi, sakit kalau dirasakan terus menerus bisa jadi darah tinggi, stroke atau jantungan. Nggak mau, kan? Akhirnya berfikir positif adalah cara termudah untuk menghilangkan kekesalan hati. Coba kita lihat daftar kegemaran kita. Pilih salah satu, yang bisa membuat orang lain menyadari keberadaan kita. Pilihan jatuh pada satu daftar terbawah. Menulis!
Memasuki sebuah komunitas bermental baja dan meyakinkan menjadi langkah selanjutnya. Sadar dengan kesibukan rumah, dunia maya menjadi salah satu alternatif. Pilihan jatuh ke komunitas Ibu Ibu Doyan Nulis (IIDN). IIDN selalu memberitahukan kabar terbaru di dunia kepenulisan. Komunitas ini didirikan oleh Indari Mastuti, senior yang sudah melanglang buana dalam bidang kepenulisan. Dari sinilah bakat terpendam yang sudah mati suri terasah lagi. Lambat laun, proses demi proses bisa terlewatii dengan baik.
Dari sebuah tangan Indari Mastuti pula berdiri Indscript Creative. Sebuah perusahaan yang menawarkan jasa bidang penulisan dan training. Di sini, banyak traning kepenulisan yang diadakan. Bagi penulis pemula, yang masih kembang kempis semangatnya ataupun penulis yang sudah tenar, Indscript Creative adalah teman sejati.
Pelajaran yang bisa didapat, jadikan `kalimat negatif` sebagai lecutan agar menjadi lebih baik. Putar balikkan fakta bahwa kita mampu berkarya walau hanya berstatus ibu rumah tangga. Dari kepenulisan, bisa jadi ladang penghasilan tambahan, menambah teman, dan dapat ilmu yang sangat luar biasa. Menghasilkan sebuah karya tulisan, baik buku, artikel, yang terpambang di media atau blog, telah membuat orang-orang yang dulu meremehkan berbalik arah senyum manis ke kita. Sungguh,  bahagianya tuh di sini!


Mengejar Cita, Menaklukkan Dunia



Mengejar Cita, Menaklukkan Dunia

Cita-cita kadang tak sesuai kenyataan. Penginnya jadi dokter, eh malah jadi guru. Maunya menjadi tentara, malah jadi pedagang. Sedihnya, kalau cita-cita tak didukung orang tua. Mau berkembang dan bergerak jadi sering nggak enak dan bikin ribet. Biasanya, ada alasan tertentu mengapa orang tua tak mendukung keinginan kita. Bisa jadi biaya sekolah yang tinggi, penghasilan yang didapat tak bisa untuk bertahan hidup, atau, mereka ingin kita melanjutkan bisnisnya.

                                                 Sumber gambar: http://ciricara.com/w

 

Begitu pula dengan Zeti Arina, sebagai konsultan pajak dan ketua IKPI (Ikatan Konsultan Pajak Indonesia) wilayah Surabaya. Dulu, orang tua menginginkannya menjadi seorang guru atau PNS. Pastinya dengan berbagai pertimbangan yang matang. Seorang perempuan, menjadi guru selain bisa mendidik murid-muridnya, tentunya lebih pandai mendidik anak di rumah. Interaksi dengan anak di sekolah sedikit banyak akan melatih pribadi menjadi lebih sabar terhadap anak. Namun, tidak begitu dengan Zeti, selain ingin memenuhi keinginan orang tua, ia juga ingin membuka usaha sendiri. Pilihan jatuh menjadi konsultan pajak, selain masih menjanjikan, profesi ini masih jarang kita dengar.
Semangat pantang menyerah memulai langkah seorang Zeti Arina. Setelah terpilih menjadi ketua IKPI, ia mulai mengedukasi masyarakat tentang pajak. Tak hanya slogan semata orang bijak taat pajak, tetapi lebih ke pemahaman mereka, bahwa pajak adalah bagian dari kehidupan. Dan hasil dari pajak juga akan kembali kepada masyarakat. Dengan mengedukasi masalah pajak dengan benar, masyarakat akan lebih paham serta rela membayar pajak sesuai yang harus dibayarkan.
Sekarang, lebih dari 100 perusahaan besar dan perusahaan asing menjadi kliennya. Tak mudah meyakinkan kedua orang tua atas apa yang menjadi pilihan. Tapi seiring berjalannya waktu, Zeti Arina mampu meyakinkan mereka bahwa menjadi konsultan pajakpun bisa memperoleh penghasilah dan kehidupan yang sangat layak.
Sebuah cita-cita memang harus kita kejar, kita usahakan dan kita taklukkan. Saatnya menunjukkan kepada dunia kita bisa meraih apa yang kita impikan dengan kerja keras dan kerja cerdas. Semangat!


Kamis, 23 April 2015

Bayar Pajak, Yuk



Bayar Pajak, Yuk

Berbisnislah sesuai apa yang engkau mau. Yup, mulailah berbisnis sedari muda  kalau ingin menjadi sukses lebih muda, kaya lebih muda dan bisa banyak berbagi selagi muda. Kata pebisnis senior, orang pintar punya ide bejibun, tapi satu saja yang dilakukan. Orang bodoh punya ide satu, dan satu ide itu dilakukan sepenuh jiwa raga. Kalau gagal, ganti ide, kerjakan. Gagal lagi, cari ide lain, kerjakan. Dengan modal minim dan apa adanya, yang selalu ditempa kegagalan ini akan membuat kita dobel kuat untuk menghadapi segala cobaan dalam berbisnis.

                     Sumber gambar: http://webmuhammadiyah.blogspot.com

Bisnis melulu juga membosankan. Berikan 2,5 % dari harta yang kita punyai untuk fakir miskin. Karena diantara harta yang kita punya, ada sebagian milik mereka yang membutuhkan. Alangkah lebih nyamannya tangan di atas daripada tangan di bawah. Hati menjadi lebih nyaman, bisnis menjadi lenbih lancar, perpahala lagi. Kenapa musti ditunda?
Bisnis sudah, berbagi sudah, ada lagi yang namanya pajak, ohoho. Jangan lupakan pajak. Bisnis beromset milyaran tapi sok lupa bayar pajak? Nggak deh. Hitung pajak sesuai penghasilan yang didapat. Masih bingung menghitungnya, nah, kenalilah konsultan pajak untuk menolong kita. Kita bisa bertanya apapun tentang pajak pada ahlinya. Begitu juga yang dilakukan Zeti Arina, CEO Artha Raya Consultant  serta Ketua IKPI (Ikatan Konsultan Pajak Indonesia) wilayah Surabaya ini sangat aktif mengedukasi pajak dimanapun beliau berada. Melalui seminar, menulis buku, melalui media dan berbagai artikel tentang pajak yang membuat masyarakat paham pajak.
Selain sibuk mencari uang, berbagilah, dan bayarlah pajak. Pajak juga hal penting yang harus kita pikirkan. Karena apa? Kita bisa keteteran kalau sok lupa membayar pajak. Ujug-ujug pajak membludak, malah kita tak mampu bayar. Wah menyengsarakan diri kita sendiri bukan? Jadi meleklah pajak dari awal, nggak usah pelit bayar pajak, tanyakan pada ahlinya yaitu konsultan pajak itu sendiri. Konsultan pajak akan membuat kita lebih peduli dengan pajak. Katanya hidup harus seimbang, bayarlah pajak, seperti kita sadar akan berbagi antar sesama.

Bermain dan Melesatkan Mimpi



Bermain dan Melesatkan Mimpi

Sumber gambar: http://angeladyan.blogspot.com

Selain senang karena bisa bermain dengan teman sebaya, sekolah juga bisa membuat anak jenuh. Benarkah? Hem, kita bisa mengaca pada diri kita sendiri, terkadang jenuh dengan rutinitas harian yang kita jalani sehari-hari. Perlu refresh otak untuk menghindari kejenuhan yang sering melanda. Seperti halnya anak-anak, harus ada cara agar anak tetap happy dan terus berkembang dengan baik.
Saat anak di rumah, biarkanlah anak bermain sesuai keinginannya. Yang alami dan mengasah otak mereka. Misalkan saja di Jawa ada yang namanya bermain pasaran. Yaitu bermain jual beli dengan temannya. Biasanya yang bermain ini adalah anak perempuan. Yang dijual hanya bunga-bunga segar, daun tetehan atau bunga mawar, melati, memetik di kebun sendiri. Walau sepele, mainan ini bisa membuat anak mengenal perdagangan. Sesuai pemahaman mereka sendiri.
Bisa juga bermain membuat topi dari dedaunan. Ambil daun kopi atau daun apalah yang agak lebar. Taruh berjejer, separuhnya saling bertumpuk. Ambil lidi, sematkan diantara daun satu dengan lainnya. Paskan dengan kepala, nah, jadilah topi ala anak sendiri. Walaupun sederhana, melatih anak supaya bisa berkreasi dan berimajinasi.
Masih ada bermacam ragam mainan ndeso yang membuat anak kita bisa berimajinasi setinggi langit. Tak melulu harus berbau teknologi. Karena dari permainan yang sederhana juga bisa membuat mereka berkreasi, malah lebih tersimpan rapi dalam ingatan mereka. Pelan, dari situlah suatu saat nanti teknologi akan menyempurnakan mimpi mereka. Dari hal dan mainan yang sederhana, bakat serta minat anak akan bisa kita lihat, lalu kita arahkan untuk kemajuan mereka selanjutnya.
Tak perlu khawatir, ada sebuah sekolah yang menitikberatkan pada bakat dan minat anak lho. Yaitu Kiwikids Preschool & Kindergarten yang terletak di Bekasi. Pendirinya siapa lagi kalau bukan Stefi Siera Ngangi, pebisnis muda kelahiran 1988 ini sangat antusias mengelola sekolah tersebut berdasar bakat yang dimiliki anak. Yuk, terus lihat dan kembangkan bakat minat anak, karena dari situ mereka bisa melesatkan mimpi. Salam penuh mimpi!