Pajak, Kawan atau Lawan?
Pajak
bagai monster bagi orang yang anti pajak. Hitam, kelam, buram dan menakutkan. Menjadi
lawan, mungkin seperti itulah bayangan sebagian orang akan kata pajak. Tak
bisakah pajak dijadikan putih abu-abu? Yang penuh keceriaan, menjadi kawan dan
membuat orang happy? Yang pasti,
pajak bukanlah masalah sepele. Bisa dikatakan serius dan sangat berhubungan
dengan keseharian kita.
Tahukah
Anda, kita ke supermarket beli odol, dikenakan pajak, ke restoran makan pizza,
kena pajak juga, hanya mungkin ke pasar tradisional beli pecel, tak ada aturan
bayar pajak. Tapi penjual pecel, biasanya juga harus bayar karcis harian. Bagaimanapun,
pemahaman, pengetahuan dan kesadaran akan pajak hanya diketahui segelintir
orang. Zeti Arina, perempuan tangguh yang merupakan CEO
Artha Raya Consultant, giat mengajak warga sadar pajak. Keseriusannya bisa
dilihat dari sepak terjangnya mensosialisasikan pajak. Meskipun sering ditolak
karena apapun yang berbau pajak banyak orang ‘anti’, ia tak patah arang.
Beliau
semakin giat mengedukasi masyarakat akan pentingnya pajak. Berkat kegigihannya,
ia
terpilih menjadi Ketua Ikatan Konsultan Pajak Cabang Surabaya untuk masa bakti
2014 – 2019. Menurutnya,
menyepelekan pajak sangat tidak dianjurkan. Keuntungan dengan membayar pajak
memang sering kita abaikan. Toh, buat apa, sih bayar pajak? Tetapi jangan salah,
menunda kewajiban membayar pajak bisa berakibat fatal. Tak mau kan omset, bisnis
dan keuangan kita berlebih, tetapi anti pajak. Suatu saat kala petugas
pajak datang, menghitung lalu mengkalkulasi pajak kita, dan tara! Biaya pajak yang
harus kita keluarkan membumbung tinggi. Kita akan gelagapan dan pada
akhirnya kita keteteran sendiri untuk menutup biaya pajak. Jadi mulai dari
sekarang hitung pajak dengan cermat, bayarlah pada saat yang tepat, tak perlu
menunda. Ingat slogan, orang bijak taat pajak!
Pada
akhirnya keuntungan dari pajak akan kembali lagi ke diri kita. Jalanan mulus
tanpa lubang, jembatan kokoh dan lebar, fasilitas publik yang bersih dan rapi.
Meski tertatih, membayar pajak adalah kewajiban, tak perlu ditunda. Pajak
bukanlah lawan, jadikanlah kawan. Bagaimana dengan Anda?
0 komentar:
Posting Komentar